Senin, 21 Maret 2011

MASA KECIL ITU......

Mengingat masa kecilku yang amat sangat kurang bahagia bila dibanding masa kecil kehidupan pangeran charles atau masa kecilnya pangeran wiliam dari kerajaan inggris, masa kecilku berjalan yah normal normal aja sebagai anak kampung nan jauh dari kehidupan kota, boleh dibilang kalo dulu ada acara bolang (bocah ilang) aku pasti mewakili bocah edan yang mewakili daerahku…. Bagiamana tidak masa kecilku kuisi dengan maen disawah mandi ma kebo dikali, berburu ,meramu,sampai nyolong ikan dikolam orang lain desa.(maaf ini sisi negatif anak anak dijaman masa prasejarah didesaku).masa kecilku yang indah dan sangat indah untuk dikenang,hari demi hari kulalui penuh suka dan duka,penuh canda dan tawa,dan penuh malu bila dilakukan sekarang yang umur aku udah memasuki diujung batas remaja,heheheheehhe
Aku dijaman waktu sd dibilang pinter sangatlah salah, dibilang ganteng yah maybe dikit tapi banyak jeleknya ,di masa sekolah dasar (disingkat sd) aku mempunyai sahabat sahabat yang sangat baik ,lucu,bandel,nakal,tapi kita semua semua mempunyai misi dan visi yang sama,jadi kita sepakat untuk berkualisi membuat satu kelompok bermain,kadang maen layang,maen air,maen disawah dan yang pasti aku sering dijadikan kebo keboan ma temenku jadi mulutku di kasih tuh masker mulut kebo dan temen2ku naek diatas punggungku wuh tragis bener deh dulu aku, tapi dengan sangat ikhlas ridho aku mau aja,inilah aku manusia yang lemah dan selalu diperbudak ma temen temenku entahlah kenapa aku asik asik aja, apa karna ketikberdayaan aku atau karna kebodohanku tapi gak mungkinlah dalam hal pelajaran aku selalu mengerjakan soal dan pasti hanya salah satu karna soalnya hanya satu…coba kalau soalnya lima pasti aku yakin dan sangat yakin pasti tidak ada yang bener.
Pernah suatu hari waktu hujan deras, angin bertiup dengan kencangnya ,kodok kodok berkokok menyanyi menyambut air yang jatuh, kita gak mau ketinggalan maen ujan ujanan dan berjalan menyelusuri kali, mencari ikan dengan menggunakan sebuah jaring warisan sapiderman yang ketinggalan waktu bergelantungan di pohon jambuku,karena terburu buru jaring itu ketinggalan jadi aku dan temen2 ku memungutnya dan dengan kreatifitas kami maka kita sulam jaring sapiderman itu menjadi sebuah jaring yang sangat bermanfaat bagi kami,yaitu jadi jaring ikan yang tiap hujan kita gunakan untuk mencari ikan beruntung banget sapiderman dah pindah di negeri paman sam coba aja kalau dia masih numpang di tempat paklik sugeng tentu dia iri dan akan meminta jaring itu kembali. Kok jadi ngelantur ceritain sapiderman( gak penting banget ya?) kembali ketopik permasalah yaitu mengenai jaring menjaring ikan dikala hujan ditepi kali,setelah kita sudah sampai diwaktu dan tempat yang telah disediakan kita langsung rajin dengan konsentrasi penuh mencoba menjaring ikan ditepi jalan eh kali,sekali dua kali angkat ikan yang sangat diharapkan tidak kunjung hadir didalam jaring kita,yang masuk malah kadang sampah plastik bekas sampo,detergen,sabun,odol, pembalut.saking pusingnya kita sempat berpikir apa di hulu kali ini ada pasar barang bekas? Kayaknya gak mungkinlah,mungkin gak?Setelah bercucuran keringat , air liur,ingus yang tak henti hentinya berlomba naik turun di hidung aku ,akhirnya kita sepakat bahwa kita akhiri pencarian ikan dikali sampai disini saja,dengan perasaan kecewa ,gundah gulana, disepanjang jalan kita menundukkan kepala tanpa melihat kedepan, tapi melihat samping kanan samping kiri barangkali ada kolam ikan milik orang yang bisa diambil ikannya,dan ternyata akhirnya rasa kekecawaan kita terobati kita melihat sebuah kolam yang didalamnya terdapat banyak ikan,ada ikan muhajir eh mujahir,nila,dan masih banyak ikan lainnya,tapi aku lupa ada jenis ikan apa aja soalnya aku dulu lupa gak bawa buku catatan buat nulis jenis jenis ikan yang ada di kolam itu,apalagi menghitungnya gak bakalan sempat palagi kalo masalah hitung menghitung aku paling malas.lanjut lagi ceritanya yang serius neh, dengan sekuat tenaga aku dan temenku loncat kedalam kolam itu dengan semangat 1945 kita menangkap ikan sebanyak banyaknya, dalam tempo sesingkat singkatnya kita telah memperoleh ikan yang lumayan banyak,secepat kilatpun kita langsung chek out dari kolam ikan tersebut dengan rasa bangga kita tertawa sepanjang jalan kenangan menuju rumah.sesampai dirumah kita langsung masak tuh ikan ikan yang tak berdosa ada yang digoreng,ada yang dibakar ditungku penggorengan temen aku,maklum jaman ku dulu belum ada kompor minyak apalagi kompor gas. Yang ada malah setelah makan ikan kita belomba membuang gas.
Hari selanjutnya setelah melihat keberhasilan kemarin kita yang masih lucu,lugu,imut,dan sweet ini mengulangi perbuatan yang sangat hina itu,tapi kali ini kita menambah satu orang lagi yah temenku tadi bernama poer,dengan segenap rayuan dan iming iming akhirnya poer dengan suka rela mengikuti jejak kami. Tapi kali ini kita melakukan aksi ditengah siang hari bolong, tanpa basa basi kita dah sampe ditarget operasi kita,tapi ternyata pepatah mengatakan bahwa tupai lonjat jatuh juga itu berlaku bagi kita.baru aja kita njebur kolam tiba tiba ada suara krosak…byur ..byur… sebuah bulatan tanah yang kering keras jatuh diatas kolam,disertai teriakan yang menggelegar,teriakn itu berbunyi dan menyuarakan kata maling…. Maling….kagetnya bukan maen kita penjahat kecil ini, lari tunggang langgang dan sekuat tenaga diserati perasaan takut,bimbang, terus tancap gas tanpa memperhatikan rambu rambu..pokoknya asal lari gak tahu mpe mana.setelah beberapa kilometer dan merasa keadaan sudah kondusif aku hentikan langkah kaki,aku lihat dibelakangngku hanya ada 2 orang temenku,kita shock saling bertanya dimana temenku yang satunya,kita cari di balik pohon kelapa gak ada,diatas pohon lebih gak mungkin,palagi dibalik batu lebih mustahil lagi.setelah kita musyawarah dengan mufakat dan melalui pemungutan suara akhirnya kita sepakat untuk kembali kekolam itu guna mencari temenku.coba dulu ada komnas HAM dan team pencarian orang hilang tentu aku sudah lapor dan tak perlu repot repot ke tempat lembah maksiat itu.tapi karna belum ada yah kita comeback to kolam aja,alangkah terkejutnya kami ketika melihat temen kita yang ketinggalan tadi,dia ternyata lagi meneteskan air mata dihadapan seseorang yang bertubuh besar,berkumis tebal,bergigi tonggos,dan memegang sebuah daun salak. Temenku di bentak bentak sebetulnya kita pengen nolong temen kita tapi karana kita masih kecil dan nyali masih kecil pula jadi kita hanya mengintai aja,setelah dimarahi temenku itu dilepaskan juga akhirnya oleh PAK KUMIS tadi menuju jalan pulang temenku tadi aku samperin dan bertanya.
“Kenapa tadi kamu gak lari”? Dengan nada penuh perasaan ku tanya dia.
“aku tadi jatuh dikolam waktu kalian lari” masih dengan celana basah,dan masih dengan sedikit air mata.
“ kamu diapain aja” tanya kita bertiga
“Cuma di marahin aja ma sedikit pukulan daun kelor”jawabnya
Apesnya bagi poer yang baru pertama kali ikut kegiatan kami ,betapa besar pengorbananmu itu.Begitulah kita berempat pulang bersama sama tapi sekarang tanpa senyum ,dan ikan. Dijalan kita hanya terdiam merasa bersalah , tak ingin mengulangi perbuatan yang sangat terhina itu.setelah kejadian itu kita sepakat untuk tidak mencuri lagi ,dalam hati kita mengatakan bahwa kita besuk gede harus jadi pembela kebenaran dan keadilan mirip film kesatria baja hitam yang sering kita liat tiap sore

Tidak ada komentar: