Senin, 21 Maret 2011

sebuah cita-cita bersama kita taklukan dunia.

Aneh bila semua yang terjadi kutuliskan dalam rentetan kata –kata yang tak bermakna,banyak orang menilai bahwa hidup tak adil tapi begitulah kenyataannya kadang yang benar dianggap salah dan yang salah dianggap benar,semua tergantung pada canthelan yang tlah tersedia,satu demi satu lembar demi lembar helai demi helai lubang demi lubang tlah ku buka ku masukin hanya untuk mendapatkan apakah arti asmara kalau tanpa as... yang ada hanya mara sebuah kata yang tak berarti dan rancu,serancu wajahku yang banyak lipatan dan terlalu luas untuk dibayangkan( jadi kalian tak perlu membayangkan kalau ingin mimpi anda tak terkontaminisasi).

Maaf jadi curhat kita langsung ke inti permasalahan yang sebenarnya ingin kuungkapkan,kuceritakan,kucurhatkan(dalam istilah bahasa gaul sekarang),mungkin aku tak sekeren kahlil gibran dalam menulis cerita/puisi,akupun tak selincah maradona dalam bermain sepak bola,atau sekuat mickey tyson yang merobohkan dan menghantam lawannya,walaupun tak saling berhubungan dapat kita ambil hikmahnya bahwa manusia di ciptakan mempunyai kelebihan masing,akupun demikian mempunyai kelebihan di bidang jidat,ya begitulah jidatku terlalu lebar,bidang, dan mungkin bila ada pesawat mau mendarat dikira bandara.

Setelah seperempat abad terlahir di dunia melewati berbagai proses hidup dari tk ,sd,smp,sma,kuliah( yah sampai sekarang masih kuliah). Ketika sd aku bercita-cita sebagai dokter untuk itu aku suka banget belajar tentang ilmu kedokteran plus kedukunan yang emang lagi boming pada saat itu, aku rajin memeriksa temen-temen terutama temen cewek untuk kuperiksa dengan setetoskop plastik made in cina( baca madein bukan mad in) segera kubaka bajunya tapi yang terjadi aku malah kena marah dan dinasehatin oleh ibu dan bapak guru serta temen cewek ku malah menangis, jadi semenjak itu aku malas jadi dokter. Oke melangkah ke tahap selanjutnya saat smp akupun masih giat belajar membantu ibu untuk mendapatkan tambahan uang saku,cita-citaku yang semula ingin menjadi dokterpun pudar di masa aku smp,lelah dan leti mencari cita-cita akupun hanya ingin kalau besar nanti aku ingin jadi pengantin yang disayang istri,dan anak-anak ku sungguh cita-cita yang sangat mulia cita-cita sekaligus beribadah.menjadi keluarga yang sakwadah,sakjinah,dan sak kolah....

Mungkin benar masa terindah adalah masa sma,di jaman ini aku sama sekali gak punya cita-cita masih melanjutkan keinginan diwaktu smp,masa ini banyak aku gunakan untuk mengenal lawan jenis,bermain,bersenang-senang serasa gak punya beban,uang BP3pun sering lenyah entah kemana mungkin dicuri tuyul berkepala hitam yaitu aku sendiri yang dengan sengaja membagi uang BP3 ke tukang gorengan,tukang bakso,dan tukang-tukanya yang kubarter uang tadi dengan dangangan mereka,dan apa yang terjadi ketika terima rapot?? Yang pasti ortu-ku jadi orang terahir yang menerima rapot karena harus sidang karena kesalahanku,sekian cerita masa sma ku( untuk lebih detailnya besuk bila umur kita panjang akan kutulis secara rinci terperinci tanpa kurang satu inchi apabila anda masih mau membacanya, maaf aku lelah dan tangunku sudah kriting serta ide sudah buntu....wasalam terimakasih gong xi fat cai monggo...amin.

Tidak ada komentar: